Bismillahirrahmanirrahiim.
Allahumma sholli wa sallim 'alaa Sayyidina Muhammadin.
Salam Mahabbah untuk kalian semua..
Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang anjuran bershalawat kepada Rasulullah SAW.
Adapun bershalawat kepada baginda Rasulullah SAW adalah sangat penting untuk dilakukan dan banyak manfaatnya untuk kita. Shalawat kepada beliau adalah suatu Amalan yang diajarkan dan diperintahkan langsung oleh Allah dalam firmannya : Sesungguhnya Allah dan para MalaikatNya bershalawat atas Nabi (SAW), wahai orang orang yang beriman berahalawatlah kepadanya..
Shalawat pun menjadi rukun dalam shalat, yaitu pada saat tahiyyat. Yang mana jika tidak kita baca, maka tidak sah sholat kita.
Dengan shalawat menjadi asbab di qabul nya do'a kita, karena sesungguhnya do'a kita terhijab (terhalang) di pintu langit sampai kita membaca shalawat atas Baginda SAW.
Bershalawatlah, sungguh bakhil alias pelit alias kikir yaitu orang yang tidak mau bershalawat kepada Baginda Nabi SAW. Sebagaimana dalam sabdanya : Orang yang pelit ialah orang ketika disebut namaku, dia tidak bershalawat kepadaku.
Macam mana kita bisa mengaku cinta kepada baginda Nabi, kalau kita pelit menyebut namanya. Bukankah seorang pecinta senantiasa menyebut nama yang dicintainya? Shalawat merupakan salah satu perwujudan bahwa kita cinta kepada Baginda Nabi.
Pelitkah kita untuk bershalawat kepada baginda Nabi SAW, sedangkan kelak Allah memberi syafaat melalui beliau dan kita mengharap mendapati syafaat beliau. Kenalkah beliau kepada kita, diakuikah kita sebagai ummatnya? Bagaimana mungkin seseorang memberi suatu yang besar tiada tara kepada orang yang tidak dikenalnya? Dan Rasulullah akan mengenali kita selaku ummatnya sesuai kadar banyak shalawat kita atas beliau SAW.
Apa dalam pikiranmu yang picik beranggapan dengan bershalawat berarti kita lebih mencintai Rasulullah ketimbang Allah SWT. Ohh tidak, dangkal dan picik sekali bila kau berpikir demikian. Justru dengan mencintai Rasulullah berarti kita cinta kepada Allah dan dicintai Allah. Sebagaimana dalam suatu riwayat : Barang siapa yang mencintai Allah maka cintailah aku, barang siapa yang mencintai aku maka ikutilah aku, dan barang siapa yang mengikuti aku niscaya Allah mencintainya.
Demikian pada kesempatan ini, isilah waktu luang kita dengan kegiatan positif yang memberi keuntungan besar bagi kita, salah satunya dengan bershalawat kepada Sang Nabi SAW. Jangan kita pelit kepada beliau, dan kalau bisa jangan mubadzir kan tiap hembusan nafas kita.
Dosa apa yang membuat lidah kita berat menyebut namanya..?
Allahumma shalli wa sallim wa baarik 'alaihi wa aalihi wa shahbihi wa dzuriyatihi daa'iman abada ilaa yaumiddin.
Pict by : google
Tidak ada komentar:
Posting Komentar