Sabtu, 02 April 2022

Entah kisah macam apa ini, bermula dari ketidak sengajaan yang berujung perasaan sedalam ini. Awalnya, aku hanya ingin menemuinya untuk mengenalnya secara nyata, yang biasanya hanya berkomunikasi, saling bertukar gambar secara maya. Aku sedikit ingat kalau sudahlah ada yang memilikinya, sehingga akupun di awal tidak ber ekspektasi untuk memilikinya. Seiring percakapan yang semakin intens dan menuju pertemuan, akhirnya sampailah kami di hari pertemuan. Hari yang sangat diharapkan dan membuat degdegan, walaupun kami sudah saling yakin secara maya. 

Jumat, 24 April 2020

Marhaban Ya Ramadhan
Marhaban Ya Syahru Shiyaam
Marhaban Ya Syahrul Ummati Rasulullah SAW


Alhamdulillahilladzi ballaghona ilaa Syahru Ramadhan, Al Kariim wal Mubaarakah
Puji syukur kehadirat Allah yang telah menyampaikan kita kepada Ramadhan demi Ramadhan, hinggga menjumpakan Ramadhan Tahun ini. Shalawat beserta salam atas Rasul junjungan Alam, Pemimpin Langit dan Bumi Sayyiduna Muhammad ibn Abdillah SAW.. 
Atas segala nikmatNya yang agung, semoga Allah senantiasa jadikan Ramadhan demi Ramadhan yang lebih dan lebih baik lagi. Penuh keberkahan, keni'matan, kesehatan, kelancaran, pengampunan dan penutupan akan siksaan. Semoga berkah daripada ini Ramadhan, Allah angkat kesusahan keresah gundahan wabah dan bala yang cukup mengganggu kehidupan kita terutama yang saat ini melanda yakni virus Covid 19. Semoga kelak kita dapat bersama sama mencapai kemenangan di hari yang fitri kelak. 

Wahai Rabb, panjangkan umur umat Rasulullah, jauhkan semua dari fitnah dan siksa. Wafatkan dalam keadaan yang baik lagi mulia. Kumpulkan dengan Baginda Mulia kelak di Firdaus Al A'laa. 

Ilahi, lastu lil firdausi ahlaa.. Wahai Rabb, aku tidak pantas menjadi ahli syurgaMU. 
Wa laa aqwaa alaa naaril jahiimi. Tetapi, aku lebih tidak sanggup untuk menghadapi sedikit saja daripada siksaMu. 

Ya Dzul Jalaali Wal Ikraam, Ya Akramal Akraamin, wa Ya Arhamar Rahimiin. Dengan kebajikan Rasulullah SAW, limpahkan atas kami kabulkan do'a. Limpahkan ketenenangan dan ketentraman dalam hati, pikiran, serta kehidupan. Yaa Farijal hamm, wa yaa kasyifal ghamm, yaa man li abdihi yaghfir wa yarham. Aamiin...


                                                                                             
                                                                                                          Jakarta, 2 Ramadhan 1441 H

                                                                                                             Muhamad Faqih Santanu

Kamis, 12 April 2018

Khadijahku


Khadijah Wanita Istimewa

DUA PERTIGA (2/3) wilayah Makkah adalah milik Khadijah R.A, istri pertama Rasulullah SAW. Ia wanita bangsawan yang menyandang kemuliaan dan kelimpahan harta kekayaan. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di saat menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan.

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Khadijah kepada Fatimah sesaat menjelang ajal. “Yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri”.

Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga”.

Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya sang istri itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di situ.

Dalam suasana seperti itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan.
Rasulullah menjawab salam Jibril, kemudian bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”
“Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.
Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”
“Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan,” jawab Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah, “Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Mahamengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu. Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban!?”

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Khadijah

Dikisahkan, suatu hari, ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu, kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Khadijah, tetaplah kamu di tempatmu”.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya, sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Rasulullah mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah sepulang berdakwah dan menghadapi segala caci-maki serta fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.

Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah hingga membuat beliau terjaga.

“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya Rasulullah dengan lembut.
“Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang kutangiskan," jawab Khadijah.
"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya”.

"Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit atau pun jembatan, maka galilah lubang kuburku, ambillah tulang-belulangku, jadikanlah sebagai jembatan bagimu untuk menyeberangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu”.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.

Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah. “Ya Allah, ya Ilahi Rabbiy, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menenteramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah”.

Rasulullah pun tampak sedih. “Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?”
“Aku, ya Rasulullah!” sahut Ali bin Abi Thalib.
jawab ,menantu Rasullulah...

Wallahu a'lam bisshowab.
Semoga kita senantiasa dilimpahkan dan ditambah rasa cinta kepada mereka mereka, sosok yang dimuliakan Allah beserta seluruh penduduk langit dan bumi.

#repost

Sabtu, 24 Februari 2018

Shalawat atas Rasulullah SAW

Bismillahirrahmanirrahiim.
Allahumma sholli wa sallim 'alaa  Sayyidina Muhammadin.
Salam Mahabbah untuk kalian semua..
Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang anjuran bershalawat kepada Rasulullah SAW.
Adapun bershalawat kepada baginda Rasulullah SAW adalah sangat penting untuk dilakukan dan banyak manfaatnya untuk kita. Shalawat kepada beliau adalah suatu Amalan yang diajarkan dan diperintahkan langsung oleh Allah dalam firmannya : Sesungguhnya Allah dan para MalaikatNya bershalawat atas Nabi (SAW), wahai orang orang yang beriman berahalawatlah kepadanya..
Shalawat pun menjadi rukun dalam shalat, yaitu pada saat tahiyyat. Yang mana jika tidak kita baca, maka tidak sah sholat kita.
Dengan shalawat menjadi asbab di qabul nya do'a kita, karena sesungguhnya do'a kita terhijab (terhalang) di pintu langit sampai kita membaca shalawat atas Baginda SAW.
Bershalawatlah, sungguh bakhil alias pelit alias kikir yaitu orang yang tidak mau bershalawat kepada Baginda Nabi SAW. Sebagaimana dalam sabdanya : Orang yang pelit ialah orang ketika disebut namaku, dia tidak bershalawat kepadaku.
Macam mana kita bisa mengaku cinta kepada baginda Nabi, kalau kita pelit menyebut namanya. Bukankah seorang pecinta senantiasa menyebut nama yang dicintainya? Shalawat merupakan salah satu perwujudan bahwa kita cinta kepada Baginda Nabi.
Pelitkah kita untuk bershalawat kepada baginda Nabi SAW, sedangkan kelak Allah memberi syafaat melalui beliau dan kita mengharap mendapati syafaat beliau. Kenalkah beliau kepada kita, diakuikah kita sebagai ummatnya? Bagaimana mungkin seseorang memberi suatu yang besar tiada tara kepada orang yang tidak dikenalnya? Dan Rasulullah akan mengenali kita selaku ummatnya sesuai kadar banyak shalawat kita atas beliau SAW.
Apa dalam pikiranmu yang picik beranggapan dengan bershalawat berarti kita lebih mencintai Rasulullah ketimbang Allah SWT. Ohh tidak, dangkal dan picik sekali bila kau berpikir demikian. Justru dengan mencintai Rasulullah berarti kita cinta kepada Allah dan dicintai Allah. Sebagaimana dalam suatu riwayat : Barang siapa yang mencintai Allah maka cintailah aku, barang siapa yang mencintai aku maka ikutilah aku, dan barang siapa yang mengikuti aku niscaya Allah mencintainya.

Demikian pada kesempatan ini, isilah waktu luang kita dengan kegiatan positif yang memberi keuntungan besar bagi kita, salah satunya dengan bershalawat kepada Sang Nabi SAW. Jangan kita pelit kepada beliau, dan kalau bisa jangan mubadzir kan tiap hembusan nafas kita.

Dosa apa yang membuat lidah kita berat menyebut namanya..?
Allahumma shalli wa sallim wa baarik 'alaihi wa aalihi wa shahbihi wa dzuriyatihi daa'iman abada ilaa yaumiddin.

Pict by : google

Selasa, 08 Agustus 2017

Rasul Ruku Untuk Memohon Mensyafaati Ummatnya

Disebutkan dalam sebuah hadist. Dari Abbas ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“orang pertama yang kali dibangkitkan dari kubur dihari kiamat nanti adalah Muhammad SAW”
Jibril akan datang padanya dengan membawa buraq, Isrofil datang membawa bendera dan mahkota, Izroil datang dengan membawa pakaian-pakaian syurga.
Isrofil bersuara : “Wahai roh yang baik, kembalilah ketubuh yg baik, maka kubur terbelah dua. Pada seruan yang kedu, kubur mulai terbongkar. Pada seruan yang ketiga, ketika Rasulullah SAW berdiri, beliau membuang tanah diatas kepala dan janggutnya. Beliau melihat kanan dan kiri, didapati tiada lagi bangunan. Rasulullah menangis sehingga mengalir air matanya ke pipi.

Beliau bersabda : “Kekasihku Jibril, gembirakanlah aku”
Jibril berkata “Lihatlah apa yang ada dihadapanmu”
Rasulullah bersabda “Bukan seperti itu pertanyaanku”
JIbril kembali berkata “adakah kau tidak melihat bendera kepujian yang terpacak diatasnya”
Rasulullah SAW bersabda “bukan itu maksud pertanyaanku, aku bertanya kepadamu akan Umatku. Dimana perjanjian mereka? Niscaya akan kuatlah pertolongan pada hari ini. Aku akan mensyafaatkan Umatku”

Jibril menyeru “wahai sekalian makhluk, datanglah kamu semua ketempat perhimpunan yang telah disediakan oleh Allah ta’ala”
Umat-umat datang dalam keadaan satu-satu kumpulan. Setiap kali Nabi Muhammad SAW berjumpa satu umat, beliau akan bertanya “dimana umatku?”. Jibril berkata “Wahai Muhammad, Umatmu adalah umat yang terakhir.
Apabila Nabi Isa As datang, Jibril menyeru “Tempatmu!” maka Nabi Isa dan Jibril menangis. Nabi Muhammad SAW berkata “Mengapa kamu berdua menangis?”
Jibril berkata “Bagaimana keadaan umatmu, Muhammad?”.
Nabi Muhammad kembali bertanya “Dimana Umatku?” JIbril berkata “mereka semua telah datang, mereka berjalan lambat dan perlahan.
Saat mendengar cerita demikian, Nabi Muhammad SAW menangis lalu bertanya “Wahai Jibril, bagaimana keadaan umatku yang berbuat dosa?” Jibril menjawab “Lihatlah mereka wahai Muhammad SAW”
Nabi Muhammad SAW bertemu umatnya yang berdosa, mereka menangis serta memikul beban diatas belakang mereka sambil menyeru “Wahai Muhammad” 
Nabi Muhammad SAW bersabda “Wahai Umatku” mereka berkumpul disisinya sambil menangis.
Allah Ta’ala berfirman di dalam keadaan Dia amat mengetahui sesuatu yang tersembunyi “Dimana umat Muhammad SAW”.
Jibril berkata “mereka adalah sebaik-baik umat”. Allah SWT berfirman “wahai jibril, katakanlah pada kekasihKu Muhammad SAW bahwa umatnya akan datang ditayangkan dihadapanKu”. Jibril kembali dalam keadaan menangis lalu berkata “Wahai Muhammad, umatmu telah datang utk ditayangkan kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW berpaling kearah umatnya lalu berkata “sesunggguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah SWT”
Allah SWT berfirman “Hari ini, Kami akan membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan. Hari ini aku akan memuliakan sesiapa yang mentaatiKu dan aku akan mengazab sesiapa yang durhaka terhadapKu”
Suara jeritan dan tangisan semakin kuat. Nabi Muhammad SAW menyeru “Tuhanku, Penguasaku, Penghuluku, aku tidak meminta untuk diriku. Sesungguhnya aku meminta untuk umatku dariMu”.
Ketika itu juga neraka jahanam berseru “Siapakah yang memberi syafa’at pada umatnya?” neraka pun berseru “Wahai Tuhanku, Penguasaku, Penghuluku. Selamatkanlah Muhammad dan umatnya dari siksa. Selamatkan mereka dari kepanasanku, bara apiku, penyiksaanku dan azabku, sesungguhnya mereka adalah umat yang lemah, mereka tidak akan sabar dengan penyiksaan."
Nabi Muhammad lebih-lebih lagi sedih. Air matanya telah hilang dan kering dari pipinya. Sekali, Rasulullah SAW sujud di hadapan arsy Allah swt. Dan sekali lagi beliau rukuk untuk memberi syafaat bagi umatnya. Para Nabi melihat keluh kesah dan tangisannya, mereka berkata “Maha Suci Allah, hamba yang paling dimuliakan Allah ini begitu mengambil berat keadaan umatnya.
Fatimah bertanya “dimana kelak aku hendak mendapatimu dihari kiamat, wahai ayahku”
Rasulullah menjawab, “kamu akan menjumpaiku disebuah telaga, ketika aku sedang member minum umatku.
Tatkala umat Nabi Muhammad sdg mencari mimbar Rasulullah utk mendapat syafaat pada hari kiamat. Mariam, Asiah, Khadijah dan Fatimah sedang duduk ketika Mariam melihat umat Nabi Muhammad, dia berkata “Ini Umat Nabi Muhammad, mereka telah sesat dari Nabi mereka”
Rasulullah mendengar perkataan Mariam. Dan semakin sedih. Nabi Adam berkata kepada Nabi Muhammad SAW “ini umatmu wahai Muhammad, mereka berkeliling mencarimu utk meminta syafaat”
Nabi Muhammad menjerit dari atas mimbar lalu bersabda “Marilah kepadaku wahai umatku, wahai sesiapa yang beriman dan tidak melihatku. Aku tidak pernah lari dari kamu melaikan aku senantiasa memohon kpd Allah utkmu”
Umat Nabi Muhammad berkumpul disisinya.
Ketika diatas sirat. Nabi Muhammad bersabda kepada malaikat malik “ Wahai Malik, dgn kebenaran Allah Ta’ala ke atasmu, palingkanlah wajahmu dari umatku shg mereka dapat melintas. Jika tdk hati mereka akan gemetar apabila melihatmu”
Nabi Muhammad berhenti diatas sirat. Setiap kali ia melihat ada umatnya yang bergayut dan hampir terjatuh, beliau akan menarik tangannya dan membangunkannya kembali.
Beliau bersabda “Tuhan, selamatkan mereka"

Betapa rasul mencintai kita yang cinta nya dusta kepadanya.. Cinta yang sekedar aku aku.
Moga Allah izinkan kita mendapaat SyafaatNya dari sang Rasul SAW. Dan masukkan kita ke dalam taman taman syurgaNya. Amin

Senin, 07 Agustus 2017

Beberapa Adab Ketika Di Kamar Mandi

Bukanlah ketampanan kita, harta kekayaan kita, kesuksesan kita, usaha kita, banyak ilmu kita, banyak gelar kita yang membuat kita mulia di sisi Sang Rabbul Alamin. Melainkan jika kita menyambangi yang kesemua itu dengan sikap dan adab yang baik.
Berbicara adab, ada banyak sekali adab atau tata krama yang kita mesti lakukan dalam kehidupan sehari hari. Seperti ketika hendak membaca quran, membawa al quran, memasuki masjid, berbicara, tertawa, dan berbagai kegiatan dalam kehidupan ini. Bahkan ketika ingin atau sedang berada di kamar mandi pun kita sebagai muslim yang baik mesti menjaga adab. Adapun diantara adab di kamar mandi :
- Menggunakan alas kaki, agar tidak terkena najis
- Menggunakan penutup kepala (Kopiah, kain)
- Berdoa sebelum masuk kamar mandi
- Masuk kamar mandi dengan kaki kiri terlebih dahulu, keluar dengan kaki kanan
- Membaca doa ketika keluar
- Tidak telanjang bulat sehingga sampai di atas jamban
- Kamar mandi haruslah tidak terlihat oleh orang lain bagian dalamnya
- Tidak menghadapkan kemaluan ke arah kiblat
- Membaca doa agar ditutupi aurat kita ketika sedang dikamar mandi, agar syaithan di kamar mandi tidak melihat aurat kita. Allahumma usturni bi syitrikal jamil (Ya Allah tutupi aku dengan tiraimu yang tebal)
- Membaca doa perlindungan dari perbuatan syaithan ketika kita buang air besar
- Membaca doa nya dalam hati
- Tidak menglafalkan kalimat thayyibah, cukup dalam hati saja
- Ketika buang air besar bagian ubun ubun ditutupi, baiknya dengan kppiah
- dsb.

Sekian, semoga bermanfaat deh ya buat kita semua...

Sabtu, 29 Juli 2017

Dalam Berdoa atau Bermunajat

Assalamualaikum akhi wa akhwati fillah. Kali ini kita akan membahas tentang apa yang harus kita lakukan dalam berdoa atau meminta kepada Rabbul Alamin. Mengapa doa kita agak lama diijabah oleh Allah. Selain mungkin karena Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, juga mungkin kurangnya suatu elemen yang dapat memperkuat doa tersebut untuk diijabah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum atau ketika berdoa. Yaitu :
- Lebih afdhal ketika kita dalam kondisi yang suci atau mempunyai wudhu
- Bersihkan hati kita sebelum bermunajat
- Niatkan dalam hati kita apa yang kita hajatkan tidak lain untuk ibadah
- Yakinkan hati kita bahwa Allah akan mengijabah doa kita
- Membaca bismillah
- Membaca hamdallah
- Membaca Istighfar
- Membaca Shalawat kepada Nabi SAW
- Dan dalam berdoa jangan mengucapkan jika Engkau menghendaki
- Gunakan pilihan kalimat yang sangat meyakinkan akan hajat kita
- Berwasilah atas kebajikan dan keagungan Rasulullah SAW di pengakhir doa misalnya baca bijahil musthofa rasul (dengan kebajikan Rasul Pilihan)

Sekian. Semoga bermanfaat. Dan senantiasa Allah mengijabah doa kita semua dan atau menggantinya dengan yang lebib baik untuk kita.

Wallahu A'lamu Bisshowab