Selasa, 08 Agustus 2017

Rasul Ruku Untuk Memohon Mensyafaati Ummatnya

Disebutkan dalam sebuah hadist. Dari Abbas ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda :
“orang pertama yang kali dibangkitkan dari kubur dihari kiamat nanti adalah Muhammad SAW”
Jibril akan datang padanya dengan membawa buraq, Isrofil datang membawa bendera dan mahkota, Izroil datang dengan membawa pakaian-pakaian syurga.
Isrofil bersuara : “Wahai roh yang baik, kembalilah ketubuh yg baik, maka kubur terbelah dua. Pada seruan yang kedu, kubur mulai terbongkar. Pada seruan yang ketiga, ketika Rasulullah SAW berdiri, beliau membuang tanah diatas kepala dan janggutnya. Beliau melihat kanan dan kiri, didapati tiada lagi bangunan. Rasulullah menangis sehingga mengalir air matanya ke pipi.

Beliau bersabda : “Kekasihku Jibril, gembirakanlah aku”
Jibril berkata “Lihatlah apa yang ada dihadapanmu”
Rasulullah bersabda “Bukan seperti itu pertanyaanku”
JIbril kembali berkata “adakah kau tidak melihat bendera kepujian yang terpacak diatasnya”
Rasulullah SAW bersabda “bukan itu maksud pertanyaanku, aku bertanya kepadamu akan Umatku. Dimana perjanjian mereka? Niscaya akan kuatlah pertolongan pada hari ini. Aku akan mensyafaatkan Umatku”

Jibril menyeru “wahai sekalian makhluk, datanglah kamu semua ketempat perhimpunan yang telah disediakan oleh Allah ta’ala”
Umat-umat datang dalam keadaan satu-satu kumpulan. Setiap kali Nabi Muhammad SAW berjumpa satu umat, beliau akan bertanya “dimana umatku?”. Jibril berkata “Wahai Muhammad, Umatmu adalah umat yang terakhir.
Apabila Nabi Isa As datang, Jibril menyeru “Tempatmu!” maka Nabi Isa dan Jibril menangis. Nabi Muhammad SAW berkata “Mengapa kamu berdua menangis?”
Jibril berkata “Bagaimana keadaan umatmu, Muhammad?”.
Nabi Muhammad kembali bertanya “Dimana Umatku?” JIbril berkata “mereka semua telah datang, mereka berjalan lambat dan perlahan.
Saat mendengar cerita demikian, Nabi Muhammad SAW menangis lalu bertanya “Wahai Jibril, bagaimana keadaan umatku yang berbuat dosa?” Jibril menjawab “Lihatlah mereka wahai Muhammad SAW”
Nabi Muhammad SAW bertemu umatnya yang berdosa, mereka menangis serta memikul beban diatas belakang mereka sambil menyeru “Wahai Muhammad” 
Nabi Muhammad SAW bersabda “Wahai Umatku” mereka berkumpul disisinya sambil menangis.
Allah Ta’ala berfirman di dalam keadaan Dia amat mengetahui sesuatu yang tersembunyi “Dimana umat Muhammad SAW”.
Jibril berkata “mereka adalah sebaik-baik umat”. Allah SWT berfirman “wahai jibril, katakanlah pada kekasihKu Muhammad SAW bahwa umatnya akan datang ditayangkan dihadapanKu”. Jibril kembali dalam keadaan menangis lalu berkata “Wahai Muhammad, umatmu telah datang utk ditayangkan kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW berpaling kearah umatnya lalu berkata “sesunggguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah SWT”
Allah SWT berfirman “Hari ini, Kami akan membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan. Hari ini aku akan memuliakan sesiapa yang mentaatiKu dan aku akan mengazab sesiapa yang durhaka terhadapKu”
Suara jeritan dan tangisan semakin kuat. Nabi Muhammad SAW menyeru “Tuhanku, Penguasaku, Penghuluku, aku tidak meminta untuk diriku. Sesungguhnya aku meminta untuk umatku dariMu”.
Ketika itu juga neraka jahanam berseru “Siapakah yang memberi syafa’at pada umatnya?” neraka pun berseru “Wahai Tuhanku, Penguasaku, Penghuluku. Selamatkanlah Muhammad dan umatnya dari siksa. Selamatkan mereka dari kepanasanku, bara apiku, penyiksaanku dan azabku, sesungguhnya mereka adalah umat yang lemah, mereka tidak akan sabar dengan penyiksaan."
Nabi Muhammad lebih-lebih lagi sedih. Air matanya telah hilang dan kering dari pipinya. Sekali, Rasulullah SAW sujud di hadapan arsy Allah swt. Dan sekali lagi beliau rukuk untuk memberi syafaat bagi umatnya. Para Nabi melihat keluh kesah dan tangisannya, mereka berkata “Maha Suci Allah, hamba yang paling dimuliakan Allah ini begitu mengambil berat keadaan umatnya.
Fatimah bertanya “dimana kelak aku hendak mendapatimu dihari kiamat, wahai ayahku”
Rasulullah menjawab, “kamu akan menjumpaiku disebuah telaga, ketika aku sedang member minum umatku.
Tatkala umat Nabi Muhammad sdg mencari mimbar Rasulullah utk mendapat syafaat pada hari kiamat. Mariam, Asiah, Khadijah dan Fatimah sedang duduk ketika Mariam melihat umat Nabi Muhammad, dia berkata “Ini Umat Nabi Muhammad, mereka telah sesat dari Nabi mereka”
Rasulullah mendengar perkataan Mariam. Dan semakin sedih. Nabi Adam berkata kepada Nabi Muhammad SAW “ini umatmu wahai Muhammad, mereka berkeliling mencarimu utk meminta syafaat”
Nabi Muhammad menjerit dari atas mimbar lalu bersabda “Marilah kepadaku wahai umatku, wahai sesiapa yang beriman dan tidak melihatku. Aku tidak pernah lari dari kamu melaikan aku senantiasa memohon kpd Allah utkmu”
Umat Nabi Muhammad berkumpul disisinya.
Ketika diatas sirat. Nabi Muhammad bersabda kepada malaikat malik “ Wahai Malik, dgn kebenaran Allah Ta’ala ke atasmu, palingkanlah wajahmu dari umatku shg mereka dapat melintas. Jika tdk hati mereka akan gemetar apabila melihatmu”
Nabi Muhammad berhenti diatas sirat. Setiap kali ia melihat ada umatnya yang bergayut dan hampir terjatuh, beliau akan menarik tangannya dan membangunkannya kembali.
Beliau bersabda “Tuhan, selamatkan mereka"

Betapa rasul mencintai kita yang cinta nya dusta kepadanya.. Cinta yang sekedar aku aku.
Moga Allah izinkan kita mendapaat SyafaatNya dari sang Rasul SAW. Dan masukkan kita ke dalam taman taman syurgaNya. Amin

Senin, 07 Agustus 2017

Beberapa Adab Ketika Di Kamar Mandi

Bukanlah ketampanan kita, harta kekayaan kita, kesuksesan kita, usaha kita, banyak ilmu kita, banyak gelar kita yang membuat kita mulia di sisi Sang Rabbul Alamin. Melainkan jika kita menyambangi yang kesemua itu dengan sikap dan adab yang baik.
Berbicara adab, ada banyak sekali adab atau tata krama yang kita mesti lakukan dalam kehidupan sehari hari. Seperti ketika hendak membaca quran, membawa al quran, memasuki masjid, berbicara, tertawa, dan berbagai kegiatan dalam kehidupan ini. Bahkan ketika ingin atau sedang berada di kamar mandi pun kita sebagai muslim yang baik mesti menjaga adab. Adapun diantara adab di kamar mandi :
- Menggunakan alas kaki, agar tidak terkena najis
- Menggunakan penutup kepala (Kopiah, kain)
- Berdoa sebelum masuk kamar mandi
- Masuk kamar mandi dengan kaki kiri terlebih dahulu, keluar dengan kaki kanan
- Membaca doa ketika keluar
- Tidak telanjang bulat sehingga sampai di atas jamban
- Kamar mandi haruslah tidak terlihat oleh orang lain bagian dalamnya
- Tidak menghadapkan kemaluan ke arah kiblat
- Membaca doa agar ditutupi aurat kita ketika sedang dikamar mandi, agar syaithan di kamar mandi tidak melihat aurat kita. Allahumma usturni bi syitrikal jamil (Ya Allah tutupi aku dengan tiraimu yang tebal)
- Membaca doa perlindungan dari perbuatan syaithan ketika kita buang air besar
- Membaca doa nya dalam hati
- Tidak menglafalkan kalimat thayyibah, cukup dalam hati saja
- Ketika buang air besar bagian ubun ubun ditutupi, baiknya dengan kppiah
- dsb.

Sekian, semoga bermanfaat deh ya buat kita semua...

Sabtu, 29 Juli 2017

Dalam Berdoa atau Bermunajat

Assalamualaikum akhi wa akhwati fillah. Kali ini kita akan membahas tentang apa yang harus kita lakukan dalam berdoa atau meminta kepada Rabbul Alamin. Mengapa doa kita agak lama diijabah oleh Allah. Selain mungkin karena Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, juga mungkin kurangnya suatu elemen yang dapat memperkuat doa tersebut untuk diijabah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum atau ketika berdoa. Yaitu :
- Lebih afdhal ketika kita dalam kondisi yang suci atau mempunyai wudhu
- Bersihkan hati kita sebelum bermunajat
- Niatkan dalam hati kita apa yang kita hajatkan tidak lain untuk ibadah
- Yakinkan hati kita bahwa Allah akan mengijabah doa kita
- Membaca bismillah
- Membaca hamdallah
- Membaca Istighfar
- Membaca Shalawat kepada Nabi SAW
- Dan dalam berdoa jangan mengucapkan jika Engkau menghendaki
- Gunakan pilihan kalimat yang sangat meyakinkan akan hajat kita
- Berwasilah atas kebajikan dan keagungan Rasulullah SAW di pengakhir doa misalnya baca bijahil musthofa rasul (dengan kebajikan Rasul Pilihan)

Sekian. Semoga bermanfaat. Dan senantiasa Allah mengijabah doa kita semua dan atau menggantinya dengan yang lebib baik untuk kita.

Wallahu A'lamu Bisshowab