Ana seorang faqir ilmu yang begitu haus akan ilmu agama, dimana kehausan tersebut menyebabkan diri ana semangat untuk menuntut ilmu agama. Dimana pun, kapan pun waktu yang tepat dan kepada siapa pun itu gurunya yang jelas ke sanadan dari pada apa yang diajarkannya. Ana pun bergelut di majlis majlis ilmu, banyak yang ana ikuti.. Awalnya memang ana diajak, namun begitu merasa sehati dengan apa yang diajarkan maka ana pun menyelami ilmu dari sang guru. Banyak guru yang mengajarkan ilmu nya kepada ana, baik itu ustadz, kyai, maupun golongan habaib. Nah, khususnya untuk golongan habaib. Ada guru guru dari golongan ini yang mengajarkan ana banyak ilmu, terutama mengenai akhlaq Rasulullah, pribadi Rasulullah, dan segala hal yang mengenai pribadi daripada Rasulullah Muhammad SAW.. Mereka pun selain mengajarkan juga menanamkan pada muridnya akan harusnya Rasa cinta terhadap Rasulullah SAW. Sehingga muridnya sampai benar benar merasakan begitu cintanya terhadap Rasulullah SAW.
Ana terkadang merasa iri akan keilmuan kealiman dan nasib mereka (sebagai keturunan Rasulullah SAW), begitu mulianya mereka. Ingin hati ini bisa menjadi bagian daripada mereka ini.
Singkat cerita, ana pribadi dibuat betanpa cinta dengan Rasulullah, sehingga dengan rasa cinta itu menghadirkan rasa rindu yang amat sangat kepada sang Khairil Basyar. Dengan mereview perjuangan beliau, mengingat ingat betapa besar cinta kasih sayang dan pengorbanan beliau yang diberikan kepada kita selaku umatnya. Ingin melihat wajah beliau, memeluk beliau, mengecup tangan beliau. Namun, apalah daya ana pribadi merasa bahwa betapa menjijikannya diri ana yang bergelimpangan oleh dosa dosa. Kadang dalam keadaan rindu sampai meneteskan air mata, tidaklah mubadzir air mata yang kita teteskan ketika rindu dengan sang Kekasih Allah SWT. Ingin gitu rasanya seperti sebagaimana sebagian orang orang yang diberi kemuliaan untuk senantiasa dapat melihat dan bertemu dengan beliau walau dalam mimpi. siapa yang tidak ingin selaku umat bisa melihat sang panutan? pasti semuanya menginginkan yang demikian. Sudaraku, tegakkanlah selalu sunnah sunnah beliau, dan tidak perlu malu kalau memang kita benar benar mencintai beliau. Namun yang kita perlukan yaitu kemauan dan niat sepenuh hati.
Ya Rabb, ampunilah dosa dosa kami ya rabb.. Berilah kami sedikit saja ya Rabb kemuliaan, agar kami dapat melihat dan menjumpai Rasulullah SAW didunia sebelum di akherat kelak ya Rabb.. Berikanlah izinMu terhadap kami akan hal tersebut ya Rabb.. Sayangi dan kasihi kami ya Rabb. Atas keberkahan Musthofa Rasulullah SAW.. Amiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar